Murid membawa karya selesai dan jurnal visual entri 1-4 (termasuk Progress Log Visual). Keduanya jadi bahan utama refleksi hari ini.
Formatif: Artist Statement draft, partisipasi Silent Walk & Artist on Duty
Sumatif: Artist Statement final + Lembar Apresiasi DAIA
Gambaran karya secara faktual: judul, ukuran, teknik, bahan, dan apa yang terlihat secara visual.
Penjelasan pilihan teknik dan bahan: mengapa dipilih? Bagaimana pengaruhnya terhadap hasil karya?
Makna dan pesan di balik karya: apa yang ingin disampaikan? Bagaimana tema Bali hadir dalam karya?
Refleksi pertumbuhan: apa yang paling berkembang dari perjalanan Unit 1 hingga karya ini selesai?
D Karya berjudul "Patra dalam Detak Kota" dibuat menggunakan teknik wet-on-wet cat air dan pewarna alami kunyit di atas kertas 40×60 cm. Komposisi diagonal mendominasi bidang dengan motif patra yang diulang secara progresif dari kiri atas ke kanan bawah. A Saya memilih cat air karena kemampuan bleeding-nya menciptakan transisi warna yang organis, sesuai dengan sifat motif patra yang mengalir. Pewarna kunyit dipilih untuk menghadirkan warna emas Bali yang tidak bisa dicapai cat pabrikan. I Karya ini mencoba mempertanyakan: apakah motif Bali kuno bisa hidup di tengah kesibukan kota modern? Garis diagonal yang dinamis melambangkan detak kehidupan urban, sementara patra yang berulang menegaskan bahwa tradisi tidak ikut terbawa arus. A Dari Unit 1 hingga karya ini selesai, hal terbesar yang berkembang adalah keberanian saya bereksperimen — di Crazy 8 saya belajar bahwa ide ke-8 sering lebih kuat dari ide ke-1.
Tampilkan contoh Artist Statement. Minta murid keluarkan karya + jurnal visual (entri 1-4). Jelaskan DAIA dan target: minimal 5 kosa kata seni rupa.
Murid membaca jurnal visual entri 1-4 dan Progress Log Visual dalam diam selama 5 menit — menyegarkan ingatan perjalanan dari Unit 1 hingga selesai.
Murid menulis semua yang ingin disampaikan tentang karya — bebas, jujur, tanpa menghapus. Tidak ada format, tidak ada penilaian di putaran ini.
Murid menyusun ulang tulisannya menggunakan struktur DAIA sebagai panduan. Guru berkeliling memberikan scaffolding individual.
4-5 murid membacakan Artist Statement. Kelas mendengar dalam diam. Setelah semua selesai, guru bertanya: "Kalimat mana yang paling berkesan?"
Murid menyalin Artist Statement final ke kartu label galeri (A5) untuk dipajang bersama karya di P12.
Setiap murid menyalin ke kartu A5/karton:
Klik chip di atas untuk menyorot kosa kata yang sudah digunakan murid → 0 kata dipilih (target minimum: 5)
PERSIAPAN GALERI (sebelum P12)
Setiap kartu berisi 2 hal:
PERTANYAAN UMUM & CONTOH JAWABAN
"Kenapa kamu pakai cat air bukan akrilik?"
✓ Jawaban baik: "Saya pilih cat air karena teknik wet-on-wet menghasilkan transisi warna yang organis — sesuai karakter motif patra yang mengalir dan tidak kaku."
"Mengapa warnamu banyak emas dan biru?"
✓ Jawaban baik: "Emas dari pewarna kunyit mewakili unsur tradisional Bali, sedangkan biru adalah warna kontras komplementer yang saya tambahkan untuk menciptakan fokus visual di tengah komposisi."
"Apa yang mau kamu sampaikan lewat karya ini?"
✓ Jawaban baik: "Karya ini mempertanyakan apakah motif Bali kuno bisa hidup di konteks modern. Irama diagonal yang cepat melambangkan detak kota, sementara patra yang konsisten menegaskan bahwa tradisi bertahan."
Murid perlu membiasakan diri menggunakan:
Kata-kata ini memaksa murid menjelaskan ALASAN di balik pilihan artistik mereka, bukan sekadar mendeskripsikan.
PERJALANAN YANG SUDAH DITEMPUH
"Dari Perburuan Visual di Unit 1 hingga Galeri Bicara hari ini, kalian sudah menempuh perjalanan yang jauh. Foto 'Sebelum' di Progress Log Visual kalian adalah bukti dari mana kalian berangkat. Artist Statement kalian hari ini adalah suara kalian sebagai seniman muda — rawat suara itu untuk perjalanan Semester 2."